Tuesday, July 30, 2019
Kongres XVIII Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) pada 21-24 Desember 2018 M, yang bertepatan dengan 13–16 Robi’ul Akhir 1440 H, berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat.
Kongres ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk membangun organisasi IPPNU ke depan. Kongres PP IPPNU merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam IPPNU yang diadakan setiap tiga tahun sekali. Kongres XVIII telah berhasil melaporkan pertanggungjawaban pimpinan pusat, membahas kembali Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT), GBPPP, rekomendasi IPPNU, dan memilih ketua umum baru.
Sebagai organisasi kader dan badan otonom yang menjadi andalan Nahdlatul Ulama, terutama dalam melakukan kaderisasi dan menguatkan bangunan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah di kalangan pelajar putri nusantara, kita semua perlu mulai bergerak sesegera mungkin serta menjalankan roda organisasi IPPNU dengan cara yang terbaik dan efektif. Bagaimanapun, tantangan ke depan akan semakin berat. Dunia pelajar putri beserta segenap dinamika di dalamnya menjadi sesuatu yang perlu untuk diperbaiki secara terus-menerus dan diusahakan untuk menjadi lebih baik.
Secara umum, buku yang memuat hasil Kongres XVIII 2018 PP IPPNU ini sangat penting untuk menjadi pedoman utama dan acuan pokok dalam setiap penyelenggaraan teknis, administratif, maupun manajerial IPPNU. Di dalamnya memuat ketentuan dan pedoman pokok tentang PDPRT IPPNU. Karena itu, setiap pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus anak cabang, hingga pengurus komisariat IPPNU perlu menjadikannya sebagai pedoman baku dalam menjalankan aturan organisasi.
Buku ini telah melalui proses penyusunan, penyuntingan, dan penyempurnaan dalam waktu yang relatif lama. Meski demikian, saran dan masukan dari para kader dan pengurus tetap menjadi hal penting demi perbaikan ke depan. Kami menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu proses penyusunan buku ini.
Semoga ke depan, kita dapat menjalankan aturan dalam berorganisasi secara lebih baik, tertib, dan profesional dalam mengelola IPPNU.
Jakarta, 15 Ramadan 1440 H
20 Mei 2019 M
Pimpinan Pusat
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
Nurul Hidayatul Ummah
Ketua Umum
Nafisatul Husniah
Sekretaris Umum
HASIL KONGRES IPNU XIX
PENGANTAR EDITOR
Sebagai indigenous Nahdlatul Ulama, IPNU punya peran besar dalam
menguatkan Tradisi Ahlu Sunnah Wal Ja’ma’ah An-Nahdliyyah dikalangan warga NU
yang berusia dari 13 tahun sampai 27 tahun. Peran ini dilakukan tidak hanya dalam
merespon tantangan Revolusi Indrustri 4.0 yang begitu massif dan dinamis dalam
mendorong perubahan sosial-politik, percepatan informasi serta ketergantungan
technologi. Digitalisasi dan Otomatisasi menandakan perubahan mendasar dalam
pandangan kehidupan manusia, sebagai Milenialis yang lahir dalam Nahdlatul Ulama
IPNU pun juga terlibat tidak sebatas membaca arah perubahan tapi menjadi bagian
yang mengisi peran penting dalam perubahan tersebut.
Peran dan respon ini teraktualisasikan dalam “Hajat Utama’’ IPNU yakni
Kongres ke XIX di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon Jawa Barat. Semua
instrumen IPNU bergerak dalam dua hal tersebut baik dari (PP, PW, PC, PCI, PAC,
PKPT, PK, PR, PAR). Naskah Hasil Kongres ini menjadi suatu bentuk momentum
dimana Forum-forum persidangan berjalan dengan dinamis serta melahirkan
keputusan-keputusan penting yang mendorong kemajuan Organisasi. Ada banyak hal
muncul dalam Kongres kemarin, baik bagi internal organisasi maupun eksternal,
perubahan SK PAC tidak lagi di PW tapi PC, usia PW menjadi 26, pengintegrasian IPNU
di level Internasional sampai pada pembentukan Majlis Dzikir dan Sholawat sesuai
hasil beberapa komisi.
Semestinya disiplin organisasi akan berjalan dalam pandangan ekploratif kalau
apa yang telah dituangkan dalam buku ini yang mana berisi Peraturan Dasar,
Peraturan Rumah Tangga, Prinsip Perjuangan, Garis Besar Program Pengembangan
serta Rekomendasi bisa dimanisetasikan oleh setiap Kader, menjadi pegangan dalam
melaksanakan kerja-kerja organisasi, sehingga hasil dari tela’ah ini mendorong nalar
kritis bagi kematangan setiap individu dari pada IPNU, maju adalah hak setiap Kader,
tapi kemajuan adalah kehedak Kader yang dilakukan secara bersama dengan Kader-
kader IPNU lainya. Kita punya akal maka Belajar, kita punya tekad dan pengorbanan
maka Berjuang, kita punya keyakinan dan keimanan maka Bertaqwa. Semoga
bermanfaat.
Jakarta, 25 Maret 2019
Tim Editor
Berikut Buku Hasil Kongres XIX 2018 :
DOWNLOAD DISINI
PPOA IPPNU HASIL KONBES 2017 DI YOGYAKARTA
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillaahirobbil
'aalamiin. Puji syukur kepada Allah SWT atas terbitnya Buku
Pedoman
Pelaksanaan Organisasi dan Administrasi (PPOA) Ikatan Pelajar Putri
Nahdlatul
Ulama (IPPNU). Tentu kerja keras rekanita pengurus dan penyusun patut
diapresiasi
dan semoga menjadi amal jariyah bersama.
Sebagai
organisasi kader, IPPNU telah tumbuh demikian dahsyat mewarnai aneka
lembaga
pendidikan, pesantren, dan sekolah di Indonesia. Puluhan tahun berkhidmah,
tentu
secara organisasi dan administrasi membutuhkan kerapian, kecermatan, dan
kedisiplinan
dalam pelaksanaannya.
Tuntutan
kebutuhan tersebut tentu semata-mata dalam menghadapi tantangan dan
perkembangan
zaman, serta kebutuhan sebuah organisasi modern yang profesional.
Apalagi,
era saat ini, semua serba terbuka, media sosial makin masif penggunaannya,
dan
semua tata laksana organisasi dan administrasi menjadi hal yang tidak bisa
ditawar-tawar
lagi.
Agar
IPPNU makin handal, mampu tertib administrasi, mampu bersaing dengan
jajaran
organisasi modern dan profesional lainnya, serta mampu menegakkan
kedisiplinan
baik secara internal maupun eksternal, maka kehadiran PPOA hasil
Konferensi
Besar IPPNU di Yogyakarta pada 2017 kemarin, menjadi sangat penting
dan
ditunggu.
Kita
berharap kehadiran PPOA ini dapat digunakan dan dimanfaatkan optimal demi
kelancaran
serta kemajuan IPPNU di semua tingkatan; Pimpinan Pusat, Pimpinan
Wilayah,
Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, hingga
komisariat
IPPNU di berbagai sekolah dan pondok pesantren.
Ketertiban
secara struktural, administratif, dan organisasional, adalah cerminan sebuah
organisasi
yang mampu adaptif dan responsif dengan tantangan zaman, dan juga
kebutuhan
kader.
Terima
kasih disampaikan kepada segenap rekanita penyusun. Masukan, saran, dan
perbaikan
konstruktif, tentu tetap dibutuhkan demi penyempurnaannya di masa-masa
mendatang.
Wallaahu
a'lam bis showaab
Belajar,
Berjuang, Bertaqwa
Wallohulmuwafiq
ila aqwamith thorieq
Wassalamu’alaikum
wr.wb.
PIMPINAN
PUSAT
IKATAN
PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
PUTI
HASNI ZAIMAH IMAMATUL BAROROH
Ketum
Umum Sekretaris Umum
Berikut ini PPOA IPPNU Hasil KONBES 2017:
DOWNLOAD DISINI
PEDOMAN PENGKADERAN IPPNU 2012
KATA PENGANTAR
PIMPINAN PUSAT
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT
yang telah memberikan karunia dan nikmat sehat kepada kita semua, sholawat
serta salam tetap tetap kita curahkan kepada junjungan kita Nabiyullah wa
Nabiyuna Muhammad SAW yang telah mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan
di muka bumi ini dari penindasan jahiliyah hingga menjadi bisa berkarya sebagai
saat ini.
Kami bersyukur bahwa Pimpinan Pusat Ikatan
Pelajar Putri Nahdlatul Ulama telah berhasil melaksanakan serangkaian kegiatan
sebagai pelaksanaan program Pengkaderan diantaranya:Focus Group Discussion I;
pada tgl 05 – 06 pebruari 2010 di Surabaya, Pusdiklat PW.LP Ma’arif NU
Jawatimur; Focus Group Discussion II, 20 – 21 Pebruari 2010 di Joglo Abang
Syarikat Yogyakarta. Dengan menghasilkan revisi kurikulum materi pengkaderan
yang disepakati di Rapat Kerja Nasional ke XVI pada tanggal 27 Februari-1 Maret
2010 di Bekasi sebagai dasar penyusunan Hand-out pengkaderan
untuk tiap jenjang pengkaderan formal; Konferensi Besar (KONBES) IPPNU di Bogor
tgl 29 September-1 Oktober 2011; Workshop Materi Pengkaderan di Balai Diklat
Sidoarjo tgl 6-7 Oktober 2012 yang dilanjutkan dengan penulisan Handout(materi)
Pengkaderan pada tiap jenjang pengkaderan. Sebagia bahan bacaan dalam
pelaksanaan pelatihan-pelatihan pengkaderan formal yang dilaksanakan oleh
Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Cabang IPPNU di seluruh Indonesia.
Maka dengan Buku Pengkaderan format yang
lain dari buku pengkaderan sebelum-sebelumnya ini kami berharap agar para kader
IPPNU dapat memulai proses kaderisasi yang berkelanjutan dan terarah, disamping
itu sebagaimana yang ditargetkan PP IPPNU khususnya bidang kaderisasi buku ini
bisa digunakan sebagai salah satu media untuk mengatasi kesenjangan kondisi
Pengkaderan yang terjadi di sejumlah Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang
masih belum mampu melaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan pengkaderan Formal
sebagaimana yang dilakukan oleh sejumlah Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Cabang
secara Ideal. Sehingga sebagai out putnya IPPNU secara merata dari sabang sampai
merauke mempunyai kader-kader yang berkualitas dan berpotensi untuk memberikan
kontribusi positif karena komitmen, konsistensi dan tanggungjwab sebagai kader
termuda bagi Nahdlatul Ulama’ khususnya dan menjadi organisasi yang layak
diperhitungkan karena potensi yang dimilki kader bukan hanya aspek intelektual
tapi juga sosial dan spiritual yang dapat diandalkan bagi bangsa indonesia di
masa mendatang.
Atas terbitnya buku ini kami menyampaikan
terima kasih yang mendalam kepada para peserta FGD I dan FGD II, para peserta
Konbes, para peserta Workshop Pengkaderan di Balai Diklat Sidoarjo, Tim kecil
perumus materi yaitu Rekanita Desy Natalia (PW.Jatim), Nunun Nur aeni
(PW Jabar), Novi,solikha (PW Jateng) dan Rekanika PP.IPPNU yaitu :Siti
Maulidah, Nong Choirunnisa, Farida Faricha, Supraptiwi, Dewi candra Nur
imamah atas usaha, kerja keras dan konsistensinya sehingga dapat
dihasilkan buku pedoman yang lebih sempurna dari yang sebelumnya. Dan terima
kasih pada pendukung yang lainnya: Shb saidah Tintin M, Shb
Dewi Kalimatin, Bapak DR.H.A. Saerozi alm ketua LP Ma’arif PW Jatim saat itu
dan PW Jogyakarta atas terselenggaranya FGD I dan II, PW Jatim dan PC Sidoarjo
atas terselenggaranya Workshop Materi Pengkaderan, PW DKI Jakarta atas
terselenggaranya KONBES IPPNU. atasan segala dukungan dan jerih
payahnya mendapat balasan pahala dari Allah SWT.
Semoga buku ini bemanfaat dan mempunyai
dampak positif bagi perkembangan organisasi IPPNU yang kita cintai ini.
Wallahul Muafiq ilaa aqwamith thariq
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Jakarta, 20 Nopember 2012
PIMPINAN PUSAT
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
ttd
MARGARET ALIYATUL M.
Ketua Umum
ttd
KIKI QIBTIYAH
Sekretaris Umum
DOWNLOAD DISINI
PEDOMAN KADERISASI IPNU 2014
Pengkaderan merupakan jantung dari sebuah organisasi. Jika pengkaderan
tidak berjalan, maka suatu organisasi akan runtuh secara perlahan. Buku Pedoman
Kaderisasi yang diterbitkan oleh PP IPNU ini merupakan pegangan yang harus
dimiliki setiap Tim Kaderisasi di setiap tingkatan. Sebab, dari buku inilah
landasan dasar dari setiap jenjang kaderisasi diselenggarakan, mulai dari
Makesta, Lakmud, Lakut, Latin, dan Latinnas.
Berikut ini Pedoman Kaderisasi IPNU Hasil Rakernas 2014:
DOWNLOAD DISINI
SAMBUTAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
Sebagai sebuah organisasi kader, peran dan
keterlibatan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam regenerasi bangsa
sangatlah penting dan menempati posisi strategis. Dalam sejarah, ia telah turut
serta dalam menelorkan kader-kader bangsa dalam berbagai lini dan bidang. Sejak
berdirinya pada 24 Februari 1954 hingga kini, IPNU telah melahirkan tokoh dan
generasi penting dalam sejarah Indonesia.
Sebut saja, kita punya Prof. Dr. KH Moh.
Tolchah Mansoer, SH (alm.), salah seorang pendiri dan ketua umum pertama IPNU.
Lebih dari seorang aktivis dan politisi, Tolchah adalah seorang intelektual
terkemuka pada masanya. Beliau tercatat sebagai doktor pertama di lingkungan NU
dan doktor hukum tata negara pertama di UGM. Dalam kancah nasional, beliau
merupakan pakar hukum Tatanegara generasi kedua di Indonesia. Banyak orang
menyebut, beliau merupakan aset tak ternilai bagi NU.
Setelah masanya juga bertebaran alumni
IPNU yang menjadi tokoh penting dan menyebar ke berbagai lini. Kita mencatat
kiprah dan dedikasi Drs. Mahbub Junaidi (alm.), H. Said Budairy (alm.), Muhmmad
Zamroni (alm.), Ismail Makki (alm.), KH. Ilyas Ruchiyat (alm.), KH. Munsif
Nahrawi, KH. Djamaluddin Abdullah Syadad, H. Abdullah Syarwani, SH, KH. Maimun
Zubair, KH Dr. Thoha Abdurahman, KH. Khalid Mawardi, KH. Nuril Huda, Sutanto
Martoprasono, H. M. Sobich Ubaid, Prof. Dr. Cecep Syarifuddin, Prof. Dr. KH M
Tolkhah Hasan, Drs. Asnawi Latif, Tosari Wijaya, Ahmad Tohari, dan lain-lain
yang tidak bisa kita sebutkan.
Hingga kini, tak terhitung jebolan IPNU
yang menjadi tokoh dan orang penting dalam berbagai kancah kehidupan dengan
tetap mengabdi untuk kebesaran NU dan kemaslahatan umat.. Mereka telah tersebar
dalam hampir semua profesi, ada yang menjadi akademisiintelektual, jurnalis dan
praktisi media, penulis, politisi, pengusaha, profesional, birokrat, pegiat
sosial dan aktivis NGO, agamawan, budayawan, tentara, praktisi
pendidikan dan lain-lain, Bahkan kini ada alumni IPNU yang dipercaya menjadi
menteri, duta besar, dan komisioner komisi negara dan lain-lain.
Dengan melihat kenyataan sejarah itu,
dalam kerangka ini IPNU seperti pabrik yang menghasilkan banyak produk yang
beragam. IPNU adalah ruang besar yang telah menjadi arena penempaan diri,
pengasahan diri, dan aktualisasi diri yang sangat menentukan langkah dan
kesuksesan kader-kadernya. Dengan kata yang lebih singkat, ia telah mencetak
kita semua sebagai generasi pemimpin peradaban bangsa. Peran ini sejalan dengan
cita-cita Nahdlatul Ulama dan citacita IPNU didirikan, yaitu menjadi wadah
kaderisasi pelajar untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
Potensi kader itu tidak datang tiba-tiba
melainkan melalui kerja panjang proses kaderisasi. Dalam hal ini kaderisasi
dipahami sebagai sebuah instrumen untuk menyiapkan kader dalam rangka melakukan
regenerasi dalam berbagai lini kehidupan. Karenanya, kaderisasi merupakan suatu
proses yang dimulai dari rekrutmen, pendidikan, pengembangan hingga distribusi
kader. Artinya, kerja kaderisasi harus dipahami sebagai proses menyeluruh yang
berkesinambungan dan dilakukan secara konsisten dan sistematis. Dalam kerangka
inilah, sistem kaderisasi dimaksudkan untuk menjadi landasaan legal kerja
kaderisasi dan menjamin agar seluruh proses kaderisasi dapat berlangsung secara
tepat, sistematis dan konsisten.
Dalam kerangka sistem kaderisasi itu,
rekrutmen, pendidikan dan pengembangan kader merupakan bagian yang sangat
menentukan dalam proses kaderisasi. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah panduan
sebagai referensi penyelenggaraan berbagai tahapan itu yang lebih komprehensif
dan sistematis. Pedoman Kaderisasi yang ada di tangan pembaca ini disusun untuk
memenuhi kebutuhan tersebut agar proses kaderisasi dapat berjalan dengan lebih
efektif, terukur dan terencana. Pedoman Kaderisasi yang telah disepakati dan
disahkan pada Rapat Kerja Nasional IPNU Tahun 2014 ini merupakan hasil revisi
terhadap Buku Pedoman Kaderisasi hasil RAKERNAS Pekan baru Riau pada tahun
2004. Perubahan dan revisi merupakan upaya untuk menyesuaikan dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat, memenuhi tuntutan dan tantangan
kaderisasi yang kian kompleks, serta memastikan proses kaderisasi yang
dilakukan relevan dengan perkembangan dan perubahan sosial yang kian dinamis.
Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan yang harus dinamis sebagai respons
dinamika perubahan sosial yang terus berlangsung.
Proses perubahan dan revisi ini dilakukan
melalui berbagai tahap dan memakan waktu yang cukup panjang. Pada tahun 2007,
Bidang Kaderisasi PP IPNU bersama Tim Fasilitator Kaderisasi Nasional melakukan
refleksi dan pengkajian internal dan dilanjutkan dengan kajian dengan PP
Lakpesdam NU dan beberapa pakar serta praktisi pengembangan masyarakat, dan
para senior IPNU. Selanjutnya, dilakukan Workshop Revisi Pedoman Kaderisasi
yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Capacity Building Tim
Fasilitator Kaderisasi Nasional pada tanggal 26-30 Nopember 2008 di Wisma
Khodimul Ummah Cibodas Bogor. Workshop yang diselengarakan bersama PP IPPNU itu
melibatkan PP Lakpesdam NU untuk memfasilitasi. Selanjutnya, sebelum
dirumuskan, substansi hasil workshop Cibodas tersebut pernah diujicobakan dalam
berbagai pelatihan kader. Hasil ujicoba itu selanjutnya digunakan untuk menyempurnakan
dan memperkaya revisi Pedoman Kaderisasi.
Pada tahun 2010 Bidang Kaderisasi PP IPNU
membentuk ulang tim perumus Pedoman Kaderisasi untuk membantu mempercepat
penyelesaian perumusan Pedoman Kaderisasi. Dalam rangka itu, tim melakukan
berbagai pertemuan mulai dari studi pendahuluan, technical
meeting Pedoman Kaderisasi, dan finalisasi Pedoman Kaderisasi.
Workshop finalisasi Pedoman Kaderisasi berlangsung di Wisma Lembaga Bina Santri
Mandiri (LBSM) Parung Bogor pada 16-18 Juli 2010.
Selain bersumber pada Pedoman Pengkaderan
2004, revisi Pedoman Kaderisasi ini didukung dengan hasil refleksi dan workshop
Cibodas, hasil kajian perbandingan dengan sistem kaderisasi organisasi lain,
masukan dan kritik dari hasil uji coba, dan inovasi baru model-model pendidikan
kader dan pengembangan masyarakat. Selanjutnya Rapat Kerja Nasional IPNU di
Pontianak Kalimantan Barat pada tanggal 29 Juli sampai 1 Agustus 2010 yang
membahas tentang sistem kaderisasi IPNU mengalami deadlock karena
tidak menemukan kata sepakat mengenai perubahan nomenklatur kaderisasi formal
IPNU. Forum Rakernas menyepakati persoalan kaderisasi dibahas kembali pada
forum Rakoornas Kaderisasi yang kemudian dilaksanakan di Puncak Bogor.
Berdasarkan hasil hasil Rakornas tersebut, PP IPNU kemudian mengembangkan
Pedoman Kaderisasi sesuai dengan harapan forum dan selanjutnya pada Rakernas
IPNU di LPMP Jakarta tanggal 24 – 27 Februari 2014 menghasilkan keputusan
memberikan mandate kepada PP IPNU untuk segera menerbitkan Pedoman Kaderisasi yang
telah disusun dengan terlebih dahulu dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian
pada beberapa Bab berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang dengan
mendengarkan masukan dari peserta Rakernas. Maka atas dasar itu pula
Kepengurusan PP IPNU masa Khidmat 2012- 2015 melaksanakan Rapat Koordinasi
(Rakor) Kaderisasi Terbatas dan Focus Grup Discussion (FGD)
pada tanggal 8-9 Desember 2014 di Wisma Haji Jakarta untuk melakukan revisi
kembali menyesuaikan masukan hasil Rekomendasi Bidang Kaderisasi pada Rakernas
IPNU 2014 dan pada forum itu disepakati perubahan penamaan buku dari sebelumnya
“Buku Pedoman Kaderisasi” menjadi “Buku Pedoman Kaderisasi”.
Berdasarkan Pedoman Kaderisasi ini,
selanjutnya akan disusun hand-out pendidikan kader yang
rencananya akan diterbitkan dalam satu buku bersama Pedoman Kaderisasi. Hal ini
dilakukan untuk mempermudah para fasilitator dan penyelenggara pendidikan kader
dalam menggunakan Pedoman Kaderisasi ini sebagai referensi nasional
penyelenggaraan dan fasilitasi pendidikan kader yang lebih operasional dan
aplikatif. Hand-out akan dijadikan sebagai bagian tak
terpisahkan dari Pedoman Kaderisasi ini. Namun, agar sesuai dengan pokok
bahasan dalam Pedoman Kaderisasi, hand-out ini akan ditulis setelah Pedoman
Kaderisasi ini disahkan untuk diterbitkan.
Akhirnya, meskipun telah melalui refleksi
menyeluruh, pengkajian panjang, masukan dan ujicoba, namun Pedoman Kaderisasi
ini tidak berarti mengandung kebenaran mutlak. Dibandingkan dengan tuntutan
perkembangan organisasi dan dinamika pengembangan pelajar, Pedoman Kaderisasi
ini barangkali masih teramat jauh dari sempurna. Untuk itu diperlukan perbaikan
dan penyempurnaan di masa-masa selanjutnya agar terus relevan dengan
perkembangan dan kebutuhan. Pengalaman praktek pendidikan kader di lapangan,
akan sangat memperkaya Pedoman Kaderisasi ini. Fasilitator dimungkinkan
mengadaptasi dan memodifikasi model pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi lokal, dengan catatan tidak melanggar ketentuan pokok dalam Sistem
Kaderisasi IPNU.
Buku Pedoman Kaderisasi ini tidak akan
selesai disusun tanpa kontribusi banyak pihak. Oleh karena itu kami
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak: Rekan
Afthon Ilman Huda yang menjadi pencetus utama sistem kaderisasi IPNU, Rekan Samanhudi,
Arifin Nur Budiono dan Muhammad Muztafid yang telah merumuskan Pedoman
Kaderisasi 2004, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang telah mendukung perbaikan
Pedoman Kaderisasi ini, PP Lakpesdam NU yang telah membantu dan memfasilitasi
revisi Pedoman Kaderisasi. Ketua Umum PP IPNU masa khidmat 2006-2009, Rekan Idy
Muzayad, yang telah mendorong perlunya revisi, Ketua Umum PP IPNU 2009-2012
Ahmad Syauqi, Rekan Caswiyono Rusdie Cakrawansah bersama Tim Fasilitator
Kaderisasi Nasional PP IPNU 209-2012 dan seluruh pihak dan rekan-rekan lain
yang tidak bisa kami sebutkan semua.
Kami berharap, dengan revisi Pedoman
Kaderisasi ini akan terjadi revitalisasi kerja kaderisasi IPNU secara nasional,
baik di level pusat, wilayah, cabang anak cabang hingga komisariat dan ranting.
Penerbitan Pedoman Kaderisasi baru dengan segala perubahannya mestilah dimaknai
sebagai langkah baru untuk menata ulang kerja kaderisasi, menyegarkan dan
membangun semangat baru bagi IPNU di semua tingkatan untuk mendinamisir proses
kaderisasi, meningkatkan efektivitas dan kualitas program kaderisasi, dan tentu
memberikan pegangan dan penduan bagi para fasilitator untuk memfasilitasi
pendidikan kader agar lebih mudah dan aplikabel. Hanya dengan revitalisasi
kerja kaderisasi IPNU akan benar-benar dapat menunaikan mandatnya sebagai
organisasi kaderisasi pelajar.
Jakarta, 1 Januari 2015
PIMPINAN PUSAT
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
ttd.
KHAIRUL ANAM HS.
Ketua Umum
ttd
MUHAMMAD NAHDHY
Sekretaris Jenderal
PEDOMAN KADERISASI IPNU 2018
PENGANTAR TIM
PENYUSUN
Tiada kata-kata yang pantas terucap selain ucapan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan maunah-Nya sehingga buku ini bisa disusun, ditulis dan diterbitkan sesuai waktu yang direncanakan. Tak ada satupun kekuatan, kecuali pertolongan Allah yang menjadi faktor penentu sehingga buku ini bisa diterbitkan dan diterima oleh khalayak kader IPNU di seluruh
Indonesia.
Tak banyak yang ingin disampaikan pada antaran kali ini dari tim penulis, kecuali bahwa buku ini ditulis bukan menjadi penyempurna bagi buku pedoman kaderisasi yang sudah ada, baik yang 2004 maupun 2014. Buku kecil ini merupakan pelengkap bagi keduanya, karena banyak dari bagian-bagian buku pedoman kaderisasi sebelumnya, disadur dan ditulis ulang dalam buku ini mengingat relevansinya yang masih bisa dipertahankan.
Dengan kalimat lain, buku ini ditulis bukan untuk menjadi kesombongan akademik (atau politis) bahwa yang terakhirlah yang terbaik. Tentu dalam berkhidmat di IPNU tak ada yang lebih baik dan sempurna. Semua tak lain adalah proses belajar dan mempelajari kebutuhan kaderkader IPNU di daerah yang memerlukan petunjuk pelaksanaan kaderisasi yang kekinian.
Buku ini sengaja ditulis dengan sangat ringkas dan tidak
bertele-tele agar bisa dipahami dengan mudah oleh kader guna menyelenggarakan
proses kaderisasi yang menjadi misi utama IPNU sebagai organisasi pengkaderan.
Wa akhiran, tak ada gading yang tak retak. Harapan kami dari
tim penulis, semoga buku ini bisa diimplentasikan diseluruh tingkat
kepengurusan IPNU diseluruh Indonesia. Serta harapannya, pada kader di daerah
memberikan feed back/umpan balik berupa perbaikan-perbaikan
untuk penataan kaderisasi IPNU lebih baik ke depan.
Penyusun,
W Eka Wahyudi &
Mufarrihul Hazin
Berikut ini buku Pedoman Kaderisasi IPNU Desember 2018 lalu:
DOWNLOAD DISINI






